Anarkisme dan Arsitektur 2

Anarkisme dan Arsitektur

Anarkisme dan Arsitektur
Anarkisme dan Arsitektur

Anarkisme dan Arsitektur Sebagai Cara Mewujudkan Bangunan

Jika arsitektur – disebut secara sederhana – sebagai ilmu bangunan, bagaimanakah sebuah bangunan itu diwujudkan? Pernahkah dan bagaimanakah “arsitektur sebagai cara” untuk mewujudkan bangunan ini dibicarakan, dikritisi, bahkan digugat dalam wacana maupun praktik ber-arsitektur (di) Indonesia?

Bagaimanakah sesungguhnya bangunan-bangunan yang memenuhi dan membentuk wajah kota didirikan? Melalui proses seperti apakah? Bagaimana mereka itu dikerjakan, oleh siapa, dan untuk apa? Nalar dan sistem seperti apakah yang bergerak dalam cara mewujudkan bangunan? Pernahkah cara-cara mewujudkan bangunan yang berangkat dari realitas praktik, nalar, serta sistem pengalaman panjang masyarakat – yang tentunya sangat beragam – dijadikan dasar untuk membangun sistem cara mewujudkan bangunan secara nasional? Misalnya sebagai dasar dalam menyusun kebijakan bangun-membangun, ataupun dalam menyusun (Rancangan) Undang-Undang Arsitek yang sekarang?

Obrolan arsitektur kali ini merupakan sebuah upaya untuk membalik perbincangan arsitektur dari ranah perancangan dan perencanaan, memasuki langsung realitas nalar dan sistem pembangunan yang terjadi selama ini. Melalui pertanyaan soal cara mewujudkan bangunan, perbincangan ini mengajak untuk menggeser dasar perbincangan arsitektur yang tak berkesudahan mengenai: desain, pencarian identitas, dan produksi pengetahuan bangunan/kawasan, menuju pada perbincangan kritis yang berangkat dari realitas, nalar, dan sistem mewujudkan (pem)bangunan atau kawasan yang sangat beragam. Sebuah jalan anarkisme arsitektur digulirkan, di tengah praktik dan wacana arsitektur yang semakin terintegrasi sebagai praktik profesi(onal) global; sebagai cara membangun yang secara sistemik terkoneksi dalam nalar yang seragam, korporasional, dan tak bisa lepas dari bagian imajinasi pasar.

Menampilkan:

  • Yoshi Fajar Kresno Murti
  • Nino Haris

Sabtu, 22 Juli 2017 pukul 15.00 WIB
di Gartenhaus Co Working Space
Jl. Kenanga Indah No.1 Malang
(https://goo.gl/maps/EL88nZZ4x1B2)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *