Redefinisi Pengabdian Profesi

Diskusi #3 ASF-BDG & IAI Jabar
“Redefinisi Pengabdian Profesi”

Masyarakat kita mengenal nilai tolong-menolong yang terwujud dalam bentuk keterlibatan warga dalam kehidupan sosial, atau partisipasi. Aktivitas tolong-menolong ini tidak dapat lepas dari realita: keadaan transisi atau krisis, bencana, situasi ketimpangan dan kesenjangan, adanya kelompok-kelompok masyarakat yang berada dalam kerentanan. Alih-alih mengurai situasi yang kompleks, realita seringkali ditutupi dengan kegiatan pemberian bantuan, sedekah, atau kegiatan karitatif lainnya. Dalam hal ini, kaum terdidik seperti dokter, perencana, arsitek, dst., telah ambil peran, semisal dalam perbaikan kampung kota, kegiatan rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana maupun aksi melawan penggusuran.

Melalui diskusi ini, mari kita mencoba merefleksi, mempelajari, dan menggali esensi dari pengabdian profesi merujuk pengalaman lembaga kemanusiaan. Kemudian, bertukar pikiran, mengetahui metode, dan praktek sesuai ranah masing-masing.

Pembicara:
Josephine Livina, Bhakti Ganva
Rakha’ Puteri Shonigiya, ASF-ID
Zulkifli, KUN Humanity System

Moderator:
Andrea Fitrianto, Badan Pengabdian Profesi, Ikatan Arsitek Indonesia.

Sabtu, 14 Maret 2020
13.00 – 15.30 WIB
Sekretariat IAI Jabar, Jalan Brantas, No. 23, Bandung
KUM IAI: 2

Pay as you wish!

CP: +62-856-9308-9795 (Alvin)


Josephine Livina saat ini pada tahun akhir Jurusan Arsitektur di Universitas Katolik Parahyangan. Josephine adalah Wakil Ketua Bhakti Ganva 2019 dalam pembangunan gedung serba guna dan kamar mandi umum di Kampung Garung, Cibiruwetan. Bhakti Ganva adalah sebuah program kerja bersama antara mahasiswa Arsitektur dan Teknik Sipil yang telah dilaksanakan sejak tahun 2013 dan berfokus pada pembangunan fasilitas umum dan sosial di lingkungan pedesaan melibatkan masyarakat setempat.

Rakha’ Puteri Shonigiya menyelesaikan studi di Unika Soegijapranata bergiat di Architecture Sans Frontières Indonesia (ASF-ID) pasca gempa 28 Oktober. Rakha’ adalah salah satu arsitek pada program rekonstruksi bersama para penyintas di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. ASF-ID bertujuan untuk memberi wawasan sosial kepada arsitek, sarjana arsitektur, maupun mahasiswa lewat wacana maupun aksi arsitektural.

Zulkifli bergiat di KUN Humanity System+. KUN adalah sebuah gerakan kolaboratif yang disusun oleh dokter, psikolog, pembuat film, insinyur, manajer proyek, spesialis mata pencaharian, dll. KUN memberikan cara yang paling efektif dan holistik untuk menanggapi situasi kemanusiaan yang disebabkan oleh bencana alam, bencana buatan manusia, dan bagi korban konflik bersenjata.

Bagikan:

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *